Selamat pagi, cuaca kali ini begitu bersahabat rupanya.
Semesta seakan membiarkan saya untuk menikmati minggu ini. Ohiya, bagaimana minggu pagimu? Semoga kamu cukup hangat disana. Aku tau. Kamu membaca blog-ku ini (mungkin).
Ohiya, kemarin tanpa sengaja saat ada acara di salah satu mall itu aku melihatmu. Kamu gagah ya? Menggunakan jacketmu itu. Ah, kita hanya saling pandang dari jauh saja. Tanpa ada keberanian untuk saling menyapa secara dekat. Padahal kita satu kelas ditempat les, dan setiap minggunya saya ketemu kamu serta disetiap harinya saya bertemu kamu di sekolah. Kamu, sangat cerdas rupanya. Kata teman-teman sekelasmu sih begitu. Kamu sangat aktif, peringkatmu teratas ya dikelas? Hebat! Ya, aku jg merasakannya saat satu kelas ditempat les denganmu. I can't describe, How perfect you're?
Hey, bagaimana bisa kita awali semua agar lebih akrab? Ah tidak tidak. Lebih baik jangan, karena saya akan merasa jatuh seketika jika itu dimulai. Sering sekali kita jackpot, tapi saling bungkam. Entah apa yg ada pada dirimu, kamu begitu membuat seketika mataku tak mau lenyap untuk memandang.
Aku harap, pesanku ini kamu baca. Karena aku tau. Kamu seorang pengkritik yg hebat, jika ada kesalahan pastilah kamu akan segera mengkritiknya.
Semesta seakan membiarkan saya untuk menikmati minggu ini. Ohiya, bagaimana minggu pagimu? Semoga kamu cukup hangat disana. Aku tau. Kamu membaca blog-ku ini (mungkin).
Ohiya, kemarin tanpa sengaja saat ada acara di salah satu mall itu aku melihatmu. Kamu gagah ya? Menggunakan jacketmu itu. Ah, kita hanya saling pandang dari jauh saja. Tanpa ada keberanian untuk saling menyapa secara dekat. Padahal kita satu kelas ditempat les, dan setiap minggunya saya ketemu kamu serta disetiap harinya saya bertemu kamu di sekolah. Kamu, sangat cerdas rupanya. Kata teman-teman sekelasmu sih begitu. Kamu sangat aktif, peringkatmu teratas ya dikelas? Hebat! Ya, aku jg merasakannya saat satu kelas ditempat les denganmu. I can't describe, How perfect you're?
Hey, bagaimana bisa kita awali semua agar lebih akrab? Ah tidak tidak. Lebih baik jangan, karena saya akan merasa jatuh seketika jika itu dimulai. Sering sekali kita jackpot, tapi saling bungkam. Entah apa yg ada pada dirimu, kamu begitu membuat seketika mataku tak mau lenyap untuk memandang.
Aku harap, pesanku ini kamu baca. Karena aku tau. Kamu seorang pengkritik yg hebat, jika ada kesalahan pastilah kamu akan segera mengkritiknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar