Hai kamu. Kamu sang pemilik setiap kata rinduku. Apa kabarmu? Aku harap kamu sehat, karena kalau kamu sakit akupun tak bisa melakukan banyak. Aku hanya dapat mengirimkan rangkaian kata agar kamu cukup istirahat dan tidak lupa untuk makan nasi & meminum obatmu jika sakit. Jarak memang jahat.
Rindu ini selalu menjadi milik kamu, seolah tak boleh dimilikki oleh yang lain. Padahal rasa rindu ini berhak aku berikan pada siapapun orangnya, selain kamu. Entah kesengajaan atau tidak. Rindu ini tertahan padamu. Bukan salahmu sepenuhnya, ini hanya karena aku yang belum menemukan penggantimu, pengganti dari tempat dimana kah rasa-rasa rindu ini harus bermuara.
Entah sudah berapa pesan rindu aku kirimkan padamu lewat doaku, entah sudah berupa emoticon peluk aku kirimkan padamu lewat tulisanku. Aku tahu, sebuah pesan tak akan berarti tanpa adanya sebuah tindakan. Simpanlah pesan itu, dan peracayalah. Suatu saat aku akan merealisasikannya.
Kira-kira sudah berapa hari kita tak bertemu? Bukan, aku bukannya tak menghitung berapa lama kita tak bertemu. Aku hanya telah lelah, lelah dengan cara semesta mempermainkan jarak diantara kita. Tapi kamu tak perlu takut, karena aku tak akan lelah untuk selalu mencintaimu. Tanpa ragu.
Ternyata benar apa kata orang-orang, hubungan jarak jauh memang berat. Berat karena tumpukan rindu hanya bisa terpendam tanpa bisa terwujudkan. Tapi, beratnya rindu tak berarti apa-apa bila dibandingkan beratnya cintaku kepadamu.
Sayangnya, di sini aku akan selalu menantimu. Tetapi tidak begitu dengan kamu. Kamu tidak memperjuangkan hubungan ini seperti aku. Tapi, untuk kesekian kalinya. Hatiku yg bergerak, bahwa aku tidak bisa beranjak dari ingatan-ingatan bersamamu. Menanti saat dimana aku dapat merealisasikan semua pesan rinduku. Dan kita akan bahagia. Bersabarlah
I miss you, and it’s mean I love you more♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar